Archive for the ‘Tokoh Matematika’ Category

h1

10 PERINTAH MENGAJAR GEORGE POLYA

20/02/2009

Ditulis oleh Asep Sapa’at, S. Pd
Teachers Guide, V.02.03. Edisi Juni 2007

polyaIngat nama George Polya, matematikawan Hongaria (1887 – 1985), bapak “pemecahan masalah”? Ph. D. dari Universitiy of Budapest, ini fenomenal: menulis 250 makalah dan 3 buku, umumnya tentang ‘pemecahan masalah’. Bukunya “How to Solve It” laris manis, dialihbahasakan ke-15 bahasa. Yang menarik di sini, Polya mewariskan “Sepuluh Perintah untuk Mengajar (Ten Commandment for Teachers). Saya ingin berefleksi atas sepuluh prinsip Polya itu, terutama terhadap apa yang saya rasakan sebagai guru matematika di Bandung.

Baca entri selengkapnya

h1

Pedagang merangkap matematikawan, Fibonacci (1170 – 1250)

31/01/2009

fibonacci1“Kekuatan terbesar dalam perhitungan modern terdapat pada tiga penemuan: notasi [bilangan] Arab, bilangan berbasis sepuluh dan logaritma”
(The miracuolus powers of modern calculation are due to three inventions:the Arabic Notation, Decimal Fractions, and Logarithms)

Florian Cajori

Riwayat
Signifikansi perkembangan matematika pada abad pertengahan di Eropa seiring dengan lahirnya Leonardo dari Pisa yang lebih dikenal dengan julukan Fibonacci (artinya anak Bonaccio). Bonaccio sendiri artinya anak bodoh, tapi dia bukan orang bodoh karena jabatannya adalah seorang konsul yang wewakili Pisa. Jabatan yang dipegang ini membuat dia sering bepergian.
Read the rest of this entry ?

h1

Pencetus sekaligus penguasa nisbah dan segitiga Pythagoras (580 – 475 SM)

31/01/2009

pythagorasApabila bilangan mengatur alam semesta, Bilangan adalah kuasa yang diberikan kepada kita guna mendapatkan mahkota, untuk itu kita menguasai bilangan.
If “Number rules the universe, Number is merely our delegate to the throne, for we rule Number.”

Pythagoras

Masa kecil
Pythagoras lahir di pulau Samos, Yunani selatan sekitar 580 SM (Sebelum Masehi). Dia sering melakukan perjalanan ke Babylon, Mesir dan diperkirakan pernah sampai di India. Di Babylon, teristimewa, Pythagoras menjalin hubungan dengan ahli-ahli matematika. Setelah lama menjelajah pulau kecil, Pythagoras meninggalkan tanah kelahirannya dan pindah ke Crotona, Italia. Diperkirakan Pythagoras sudah melihat 7 keajaiban dunia (kuno), dimana salah satunya adalah kuil Hera yang terletak di kota kelahirannya. Sekarang, kuil Hera sudah runtuh dan hanya tersisa 1 pilar yang tidak jauh dari kota Pythagorian (namanya dipakai untuk mengenang putra terbaiknya). Menyeberangi selat dan beberapa mil ke utara adalah Turki, terdapat keajaiban lain yaitu: Ephesus.
Pythagoras adalah anak Mnesarchus, seorang pedagang yang berasal dari Tyre. Pada usia 18 tahun dia bertemu dengan Thales. Thales, seorang kakek tua, mengenalkan matematika kepada Pythagoras lewat
Read the rest of this entry ?

h1

Bapak problem solving, George Polya (1887 – 1985)

30/01/2009

polyawarna2Apabila Anda tidak dapat menyelesaikan problem, maka ada problem termudah yang tidak dapat Anda selesaikan: menemukannya.
(If you can’t solve a problem, then there is an easier problem you can’t solve: find it)

George Polya

Masa kecil
Pasangan suami istri berdarah Yahudi, Jakab Polya dan Anna Deutsch, menikah dan lahirlah Geolge Polya sebagai anak keempat dari lima bersaudara. Keluarga ibu sudah beberapa generasi tinggi di kota Buda, namun pada tahun 1872, kota Buda digabung dengan kota Obuda dan Pest dan hasil merjer kota ini adalah kota Budapest. Meskipun menyandang nama Polya sebagai nama keluarga dan anaknya awalnya bernama Gyorgy (kemudian disebut George) ketika baru lahir, namun nama Polya ini hanya disandang selama lima tahun.
Read the rest of this entry ?

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.